<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Tiongkok on NATO dan Aliansi Militer Dunia</title><link>https://aliansinato.org/tags/tiongkok/</link><description>Recent content in Tiongkok on NATO dan Aliansi Militer Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 27 Oct 2025 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://aliansinato.org/tags/tiongkok/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Strategi Pertahanan Laut Tiongkok: Ambisi di Laut Cina Selatan</title><link>https://aliansinato.org/posts/laut-cina-selatan/</link><pubDate>Mon, 27 Oct 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://aliansinato.org/posts/laut-cina-selatan/</guid><description>&lt;p>Laut Cina Selatan telah lama menjadi &lt;strong>titik panas geopolitik dunia&lt;/strong>, tempat bertemunya kepentingan strategis antara &lt;strong>Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara Asia Tenggara&lt;/strong>.&lt;br>
Wilayah ini bukan hanya penting karena jalur pelayaran internasionalnya yang vital, tetapi juga karena &lt;strong>kandungan sumber daya alamnya yang melimpah&lt;/strong> — mulai dari minyak, gas, hingga perikanan.&lt;/p>
&lt;p>Dalam dua dekade terakhir, Tiongkok menjadikan Laut Cina Selatan sebagai &lt;strong>poros utama strategi pertahanannya&lt;/strong>, memadukan kekuatan militer, ekonomi, dan diplomasi untuk memperkuat klaimnya atas kawasan yang disengketakan.&lt;br>
Langkah ini telah mengubah dinamika keamanan Asia dan menantang keseimbangan kekuatan global di Samudra Pasifik.&lt;/p></description></item><item><title>Persaingan Teknologi Militer AS dan Tiongkok: Menuju Perang Dingin Baru?</title><link>https://aliansinato.org/posts/as-china-military-tech/</link><pubDate>Wed, 22 Oct 2025 08:30:00 +0700</pubDate><guid>https://aliansinato.org/posts/as-china-military-tech/</guid><description>&lt;p>Dalam dua dekade terakhir, dunia menyaksikan munculnya &lt;strong>perlombaan senjata teknologi tinggi&lt;/strong> yang mengingatkan pada era Perang Dingin klasik — kali ini bukan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, melainkan antara &lt;strong>Amerika Serikat dan Tiongkok&lt;/strong>.&lt;br>
Kedua negara ini berlomba memperkuat kemampuan militer dengan memanfaatkan &lt;strong>kecerdasan buatan (AI)&lt;/strong>, &lt;strong>hipersonik&lt;/strong>, &lt;strong>sistem siber&lt;/strong>, dan &lt;strong>kapasitas luar angkasa&lt;/strong>, menjadikan persaingan mereka sebagai &lt;strong>poros utama keamanan global abad ke-21&lt;/strong>.&lt;/p>
&lt;p>Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang memiliki jumlah pasukan terbanyak, tetapi siapa yang &lt;strong>menguasai teknologi militer paling maju&lt;/strong> untuk mendominasi masa depan peperangan global.&lt;/p></description></item></channel></rss>